Bank Syariah Mandiri (BSM) 1660017381 an. Yayasan Al-Islam

Contact Center: 0856-8566-683

Artikel

BERAT KE MASJID APA HARUS DIANTER TETANGGA ?

Menarik ketika suatu hari saya melihat spanduk terbentang di pinggir jalan yang tidak jauh dari masjid. Isi spanduk itu bertuliskan, “JOGGING 5 KM KUAT, KE MASJID 100 M GAK KUAT, APA HARUS DI ANTER TETANGGA ?”

Tentu tulisan spanduk itu bukan sebatas slogan, tetapi sebuah sindiran telak bagi orang-orang yang berat untuk melangkahkan kakinya ke masjid.

Berapa banyak orang yang mampu berjalan atau bahkan berlari berkilo-kilo meter, namun anehnya untuk berangkat ke masjid saja tidak mampu padahal hanya ratusan meter dari tempat tinggalnya…

Berapa banyak orang yang mampu berangkat dipagi hari buta bahkan sebelum adzan Subuh berkumandang menuju tempat kerjanya. Demi mengejar secuil kenikmatan dunia ia rela tinggalkan shalat Subuh yang didalamnya terkandung fadhilah tiada terhingga.

Lihat bagaimana seorang Abdullah bin Ummi Maktum yang memiliki keterbatasan fisik yaitu matanya tidak melihat namun ia tetap melangkahkan kakinya ke masjid. Keterbatasan yang dimiliki tidak menyurutkan semangatnya dalam beribadah tapi justru semakin bertambah keimanannya pada Allah.

Nama beliau pun harum diabadikan oleh Al Qur’an maupun Al Hadist. Sebagaimana yang Allah sebutkan di dalam surat Abasa ayat 1-10. Itulah kisah ketika Allah memberikan teguran kepada Rasulullah ﷺ karena lebih memilih pembesar Quraisy dari pada Abdullah bin Ummi Maktum yang datang kepadanya minta diajari tentang Islam.

Didalam hadits ia pun tercatat sebagai muadzin Rasulullah ﷺ disandingkan dengan Bilal bin Rabbah. Rasulullah ﷺ bersabda:

 “عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: ” أَنَّ بِلَالًا كَانَ يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُؤَذِّنَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ، فَإِنَّهُ لَا يُؤَذِّنُ حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ

“Sesungguhnya Bilal adzan pada waktu (sepertiga) malam. Karena itu, Rasulullah bersabda, ‘Makan dan minumlah kalian sampai Ibnu Ummi Maktum adzan. Karena ia tidak akan adzan kecuali setelah terbitnya fajar shadiq (masuk waktu subuh).” HR. Bukhari.

Demikianlah seorang Abdullah bin Ummi Maktum, matanya yang buta tidak menjadikannya surut untuk terus mengayunkan langkah kakinya ke masjid.

Jangan sampai diantara kita yang memiliki kesempurnaan fisik, bahkan memiliki kendaraan namun berat untuk menuju ke masjid. Ingat pesan spanduk diatas, APA PERLU DI ANTAR TETANGGA’ ?

@Sabiq Muslim

TELEGRAM, Join us:  https://telegram.me/DonasiDakwahCenter

 

 

Flag Counter