Bank Syariah Mandiri (BSM) 1660017381 an. Yayasan Al-Islam

Contact Center: 0856-8566-683

Artikel

MEMOHON KETEGUHAN DALAM SETIAP URUSAN (Bagian Pertama)

•••

Dari Syadad bin Aus radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika manusia menyimpan emas dan perak, maka simpanlah doa-doa di bawah ini,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ وَأَسْأَلُكَ حُسْنَ عِبَادَتِكَ وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا وَأَسْأَلُكَ لِسَانًا صَادِقًا وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

 ‘Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam segala perkara, dan kemauan kuat untuk berbuat sesuatu yang benar, aku memohon kepada-Mu rasa syukur atas nikmat-Mu dan ibadah dengan baik kepada-Mu, aku memohon kepada-Mu hati yang bersih dan lisan yang jujur. Aku memohon kepada-Mu dari kebaikan yang Engkau mengetahuinya dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang Engkau mengetahuinya. Dan aku memohon ampunan-Mu atas (dosa-dosaku) yang Engkau mengetahuinya, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui yang ghaib’.”

(Hadits Hasan. HR. Ahmad, at-Tirmidzi, an-Nasai, Ibnu Hibban. Lafadh dari Ahmad)

•••

Hadits di atas menunjukkan beberapa hal:

🏷 Pertama: doa di atas termasuk harta simpanan di Akhirat kelak, dan ini lebih baik dari simpanan emas dan perak (riwayat Ahmad).

🏷 Kedua: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca doa ini di dalam shalatnya (riwayat an-Nasai) .

🏷 Ketiga: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu mengajarkan doa ini kepada para sahabatnya (riwayat at-Tirmidzi).

Adapun keterangan dari isi doa di atas adalah sebagai berikut:

1⃣ PELAJARAN PERTAMA: Teguh dalam Semua Perkara

  اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam segala urusan.”

Lafadh “al-Amr” pada hadist di atas menunjukkan keumuman, sehingga doa tersebut bisa diartikan memohon keteguhan dalam segala urusan dunia, agama dan Akhirat. 

Sedangkan keteguhan di sini diartikan dalam tiga makna, yaitu: (1) mendapatkan taufik dan hidayah dari Allah dalam setiap urusan, (2) bisa menjalankan urusan tersebut secara terus menerus dan istiqamah, (3) ditunjukkan pada yang benar dalam setiap urusan.

Dan yang paling penting adalah memohon keteguhan di dalam memegang agama dan taat terhadap ajaran-Nya selama hidup hingga akhir hayat, khususnya ketika menghadapi sakaratul maut. Allah berfirman,

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ

“Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh di dunia dan Akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.” (Qs. Ibrahim: 27)

Yang dimaksud dengan “ucapan teguh di dunia” adalah ketika sakaratul maut, dan yang dimaksud “ucapan teguh di Akhirat” adalah ketika berada di alam kubur, tepatnya ketika ditanya Malaikat Munkar dan Nakir.

(bersambung)

✒ DR. Ahmad Zain An-Najah, MA.

Sumber : http://www.ahmadzain.com

Flag Counter