Bank Syariah Mandiri (BSM) 1660017381 an. Yayasan Al-Islam

Contact Center: 0856-8566-683

Artikel

Infak Ibnu Umar

Nafi’, pelayan Ibnu Umar, meriwayatkan, “Apabila Ibnu Umar sangat mengagumi sesuatu hartanya, ia pasti mempersembahkan untuk Allah.” Nafi’ berkata, “Hamba sehayanya mengetahui hal itu. Kemudian salah seorang budaknya semangat untuk beribadah di masjid. Saat melihatnya dalam kondisi seperti itu, Ibnu Umar memerdekakan budak itu. Para sahabatnya berkata kepadanya, ‘Wahai Abu Abdurrahman, demi Allah mereka itu tidak lain hanya membohongimu. ‘Ibnu Umar menjawab, ‘Barang siapa yang menipu kami dengan Allah, niscaya kami tertipu karena-Nya.’”(HR Abu Nuaim dalam Al-Hilyah: 1/294.)

Ayyub bin Wa’il berkata, “Ibnu Umar diberi sepuluh ribu rial lalu ia membagi-bagikan uang tersebut. Keesokan harinya ia berhutang makanan untuk hewan tunggangannya seharga satu dirham.”(Shifat Ash-Shafwah) Dari Nafi’, ia berkata, “Bila Ibnu Umar membagi-bagikan tiga puluh ribu dalam suatu majlis, pada bulan berikutnya pasti ia tidak makan sepotong daging pun.’”(Hayatush Shahabah.)

Abu Nu’aim meriwayatkan dari Muhammad bin Qais, “Tidaklah Abdullah bin Umar makan, kecuali pasti bersama orang-orang miskin hingga hal itu memengaruhi kesehatan tubuhnya.”

Abu Bakar bin Hafsh meriwayatkan bahwa Abdullah bin Umar tidak makan suatu makanan pun, kecuali pasti bersama seorang anak yatim.

Sa’id bin Hilal meriwayatkan bahwa Abdullah bin Umar sangat ingin makan ikan. Akan terapi, orang-orang hanya mendapatkan satu ekor ikan saja. Istrinya menghidangkan ikan itu untuk Abdullah bin Umar. Namun, setelah ikan diletakkan di hadapannya, seorang miskin datang di depan pintu Ibnu Umar berkata, ‘Berikan ikan itu kepadanya!’ Istrinya berkata, ‘Subhanallah, kita dapat memberinya satu dirham saja, dan makanlah ikan tersebut!’ Ia berkata, ‘Tidak, Abdullah bin Umar menyukai ikan tersebut, dan tatkala Ibnu Umar menyukai sesuatu, niscaya ia tinggalkan hal itu untuk Allah sebagai suatu sedekah.’”

 

Flag Counter