Bank Syariah Mandiri (BSM) 1660017381 an. Yayasan Al-Islam

Contact Center: 0856-8566-683

Artikel

Kedermawanan Nabi Muhammad SAW

Ibnu Abbas meriwayatkan: “Rasulullah ialah manusia yang paling dermawan dan beliau sangat dermawan di bulan Ramadhan saat bertemu Jibril. Jibril menemui beliau setiap malam di bulan Ramadhan, Jibril mengajarkan Al-Qur’an, dan sungguh Rasulullah ialah manusia yang paling dermawan dengan kebaikan melebihi angin yang berhembus.”

Jabir meriwayatkan: “Tidaklah pernah sama sekali Rasulullah diminta sesuatu, lalu beliau bersabda tidak.”(Muttafaq Alaih)

Anas meriwayatkan: “ Tidaklah Rasulullah diminta sesuatu atas keislaman melainkan beliau akan memberikannya. Seseorang mendatangi beliau, lalu beliau memberikan domba padanya yang ada di antara dua gunung. Lantas orang tersebut kembali kepada kaumnya seraya berkata, ‘Wahai kaumku, masuklah kalian ke dalam Islam karena Muhammad itu memberikan sesuatu kepada orang tanpa takut akan kemiskinan.’”(HR Muslim)

Aisyah meriwayatkan: “Para sahabat menyembelih seekor domba, lalu Nabi bersabda, ‘ Masih adakah sisahnya? ‘Aisyah berkata, ‘Tidak tersisah apa pun selain bahunya saja.’ Beliau bersabda, ‘Semuanya masih ada kecuali bahunya.’”(HR At-Tirmidzi)

Artinya, akan tersisa untuk kita di akhirat kelak kecuali pundak saja.

Ibnu Jarir meriwayatkan bahwa Sahl bin Sa’ad berkata, “Seorang wanita mendatangi Nabi dengan membawa pakaian berupa mantel yang berbordir. Wanita itu lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah, saya datang untuk memberikan pakaian ini pada Anda. ‘Rasullah mengambilnya dan memang beliau sangat memerlukannya. Kemudian mantel itu dilirik oleh salah seorang sahabat. Ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, indah sekali mantel itu. Berikan mantel itu padaku.’ Beliau pun memberikannya.

Ketika Rasulullah telah pergi, para sahabat lain mencelanya seraya berkata, ‘Kau tidak bersikap baik saat melihat Rasulullah mengambil mantel pemberian wanita itu karena beliau sangat memerlukanya lalu kau memintanya. Padahal kau tau, kalau Nabi tidak pernah menolak orang yang meminta pada Beliau.’

Sahabat itu pun berkata, ‘Demi Allah, tidak ada yang mendorongku untuk melakukan hal itu melainkan karena aku berharap keberkahannya  ketika telah dipakai oleh Rasulullah. Dan saya berharap mantel itu menjadi kain kafanku nanti.’”

Ibnu Mas’ud meriwayatkan, “Nabi SAW mengunjungi Bilal dan ia memiliki setumpuk gandum. Beliau bersabda, ‘Apa ini wahai bilal?’     

Ia menjawab, ‘Saya menyimpannya untuk para tamu Anda.’

Beliau bersabda, ‘Tidaklah kau takut ia hanya akan menjadi asap di neraka jahanam? Infakkan wahai Bilal dan janganlah engkau takut miskin pada Zat yang memiliki ‘Arsy’.(HR. Al-Bazzar)

Sabda beliau, “Dan janganlah engkau takut miskin pada Zat yang memiliki ‘Arsy” ialah sebagai wujud keyakinan dan kepercayaan kepada Allah, berprasangka baik Kepada-Nya, dan bertawakal kepada-Nya diiringi dengan melakukan perantara dan usaha.

Abdullah bin Abbas meriwayatkan bahwa Abu Dzarr berkata kepadanya, “Wahai keponakanku,saya pernah bersama Rasulullah dengan memegang tangan beliau. Beliau bersabda kepadaku: ‘ Wahai Abu Dzarr, saya tidak ingin memiliki emas dan perak sebesar gunung Uhud lalu saya infakkan di jalan Allah kemudian saya meninggal pada saat ajalku tiba dengan meninggalkan sedikit harta.’ Saya bertanya, ‘Bagaimana dengan harta yang banyak?’ Beliau menjawab, ‘Wahai Abu Dzarr, saya memilih yang sedikit sedangkan engkau memilih yang lebih banyak, saya menginginkan Akhirat sedangkan engkau menginginkan dunia. Cukuplah bagimu harta yang sedikit saja.’ Beliau mengulanginya sebanyak tiga kali padaku.’”(HR.Ath-Thabrani)  

Flag Counter