Bank Syariah Mandiri (BSM) 1660017381 an. Yayasan Al-Islam

Contact Center: 0856-8566-683

Artikel

KEUNGGULAN KOMUNIKASI NABI ﷺ (Bag. 3)

 

LISAN SEBAGAI CERMIN KEPRIBADIAN

Pernahkah lisan Anda bergerak dan mengeluarkan suara tanpa dikehandaki? Apabila ini benar-benar terjadi, Anda pasti panik dan mencari pertolongan untuk menormalkannya kembali.

Semakin lemah kontrol terhadap buah lisan menjadi bukti nyata akan buruknya jiwa.

ﻳﺎ ﻋﺎﺋﺸﺔ ﺇﻥ ﺷﺮ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻣﻨﺰﻟﺔ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻣﻦ ﻭﺩﻋﻪ ﺃﻭ ﺗﺮﻛﻪ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺍﺗﻘﺎﺀ ﻓﺤﺸﻪ

“Hai Aisyah, orang yang paling rendah martabatnya di sisi Allah pada hari kiamat adalah orang yang semasa hidupnya dikucilkan orang lain karena mereka sungkan dengan tutur katanya yang keji.” (Bukhori & Muslim )

Keinginan untuk menarik atau mempengaruhi lawan bicara membutuhkan keteguhan batin yang tercermin pada isi kata-kata Anda. Semakin Anda yakin dan kukuh dengan kandungan kata-kata yang disampaikan, semakin besar peluang keberhasilan komunikasi Anda.

Kelanggengan komunikasi bergantung pada jiwa yang teguh. Dengan keteguhan situasi apapun yang terjadi dan bagaimanapun sikap lawan bicara, etika serta tujuan komunikasi menurut Islam tetap dapat Anda terapkan.

Dengannya Anda dapat menguasai jalannya komunikasi, jauh dari sikap emosional atau reaksional yang umumnya rentan diombang-ambingkan oleh suasana lingkungan dan keberadaan orang lain.

TAUTAN JIWA DAN LISAN

لاَيَقُوْلَنَّ أَحَدُكُمْ خَبُثَتْ نَفْسِيْ وَلكِنْ لِيَقُلْ لَقِسَتْ نَفْسِيْ

“Janganlah kamu mengucapkan bahwa jiwaku buruk, namun ucapkanlah bahwa hatiku sedang suntuk.” (Bukhori dan Muslim)

Larangan mengucapkan “jiwaku buruk”  adalah tindakan preventif agar lisan Anda tidak terbiasa mengucapkan kata-kata keji. Juga agar jiwa Anda terhindar dari pengaruh kata-kata negatif.

Manusia bukan sekedar kumpulan daging dan tulang-belulang. Namun gabungan antara jiwa dan raga. Keterkaitan antara keduanya menjadikan keduanya seperti cermin ganda. Jika baik jiwa Anda, maka baiklah seluruh raga Anda. Begitu pula sebaliknya.

 

Sebaliknya, berbagai aktivitas raga, termasuk lisan, secara langsung akan mempengaruhi jiwa Anda. Setiap kali hamba berbuat kesalahan, maka dititikkan satu noda hitam dalam hatinya. Apabila dia segera berhenti darinya, dan memohon ampunan, hati itu kembali bersih.

Kejiwaan dan kepribadian manusia, secara garis besar dibagi menjadi dua kelompok besar.

  1. Kepribadianbawaan. Yang adasejakseseoranglahirkedunia. Jikadipupukdengansubur, makaseiringperkembanganfisiknya, kejiwaanpositif pun turuttumbuhdanberkembang.
  2. Kepribadianbentukan, yang diperolehseseorangmelaluilatihandanpembiasaandiri. Padadasarnyamanusiatidakmemilikisifatini, namunberkatketekunanmelatihdiri, akhirnyakejiwaanpositifdapatdikembangkan.

Di antara kiat melatih kejiwaan dan kepribadian Anda, adalah dengan berkomunikasi secara baik dan positif. Biasakanlah mengucapkan kata-kata yang akan membangun karakter Anda serta menjauhkannya dari perangai buruk.

Bersyukur saat mendapatkan kebahagian, dan bersabar saat mendapatkan ujian. Senantiasa memuji Allah dalam setiap keadaan.

الحَمْدُ لله الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَةِ

“Segala puji hanya milik Allah, yang berkat kemurahannya segala bentuk kebaikan dapat terwujud.” (Muslim)

الحَمْدُ للهِ عَلى كُلِّ حَالٍ

“Segala puji hanya milik Allah pada segala kondisi.”(Ibnu Majah)

Anda bisa bayangkan betapa Nabi kita selalu optimis dan memandang setiap kejadian sebagai sesuatu yang positif walaupun terkadang terasa amat pahit. Beliau meyakini bahwa setiap kemudahan adalah peluang untuk berkarya, sehingga beliau mensyukurinya. Sebagaimana beliau meyakini bahwa setiap kesulitan adalah peluang untuk mengukir kesuksesan dalam hidup. Maka wajar apabila beliau mensyukuri dua kondisi ini dengan membaca hamdalah, sebagai ekspresi nyata dari rasa syukur kepada Allah.

Dengan memandang segala hal yang dialami dari sudut pandang positif semacam ini, Anda menjadi figur atau tokoh yang tangguh dan produktif. Tidak mudah terombang-ambing oleh dinamika kehidupan dunia yang berubah secara dinamis.

Allah mencintai optimisme, cerminan dari jiwa yang positif dan komunikasi yang baik. Semoga Allah mudahkan kita untuk istiqomah dalam komunikasi yang positif.

 

Flag Counter