Bank Syariah Mandiri (BSM) 1660017381 an. Yayasan Al-Islam

Contact Center: 0856-8566-683

Artikel

KOMUNIKASI ALA NABI ﷺ Bag. 1 

Komunikasi merupakan kebutuhan dasar manusia. Verbal maupun non verbal. Langsung dan tidak langsung. Komunikasi efektif adalah komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap pada orang lain yang bisa terlihat dalam proses komunikasi. Tujuannya adalah memberikan kemudahan dalam memahami pesan, memberi respon balik yang seimbang.

Bagaimana dengan komunikasi ala Nabi ?

Komunikasi ala Nabi adalah komunikasi yang terjalin selama Nabi berinteraksi dengan umatnya dalam rangka menyampaikan dakwah Islam selama kurun 23 tahun.

Dari situlah kemudian ditemukan konsep-konsep komunikasi ala Nabi dengan berbagai bentuk dan variannya. Mengingat Nabi adalah seorang utusan Allah yang sukses dalam berdakwah, pasti selama itu Nabi menjalin komunikasi aktif dan terus menerus dengan umatnya.

Terlihat beliau adalah uswatun hasanah, komunikator yang sukses sehingga konsepnya dijadikan objek kajian dan bahan rujukan bagi para pemerhati komunikasi.

Mengapa harus berkomunikasi ala nabi?

Komunikasi adalah proses interaksi antara dua pihak atau lebih yang bertujuan mengumpulkan atau menyampaikan suatu informasi kepada atau dari lawan bicara demi terwujudnya kepentingan tertentu. Hubungan cinta, kasih dan kesetiaan yang terjalin di antara dua insan atau lebih diawali dengan komunikasi. Demikian pula, berbagai permusuhan hingga pertumpahan darah juga berawal dari komunikasi.

“Dan katakanlah kepada hamba-hambaKu, hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh syaithon itu selalu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh syaithon adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (Al Isro‘ : 17)

Lebih lanjut, komunikasi yang baik dari berbagai aspeknya adalah indikator nyata dari keteguhan iman Anda.

Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya bertutur kata yang baik atau diam.” (Bukhori Muslim)

Tutur kata ada tiga (3) :

  1. Tutur kata yang baik, mencakupsegala yang wajibdansunnahdarisyariat Islam.
  2. Tutur kata yang buruk
  3. Tutur kata yang memancingterjadinyasalahsatudarikeduahaltersebut.

Keberuntungan berkomunikasi dengan baik tidak hanya Anda petik di dunia kini, tetapi juga di akhirat kelak.

Barang siapa menjaga anggota tubuhnya yang terletak di antara kedua rahangnya dan yang terletak di antara kedua pahanya, niscaya aku menjamin surga baginya.” (Al Bukhori)

Contoh komunikasi Nabi dengan sahabatnya 

Kisah Komunikasi Nabi

Muadz bin Jabal pernah mendampingi Rasulullah dalam suatu safar. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, dia segera menimba ilmu dari beliau dengan bertanya,Wahai Rasulullah, beritahukanlah suatu amalan yang dapat mengantarkanku ke surga.”

Beliau menanggapi, “Kamu menanyakan sesuatu yang penting, namun itu mudah bagi orang yang mendapatkan kemudahan dari Allah. Hendanya kamu beribadah hanya kepada Allah, tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun, serta mendirikan sholat, membayar zakat, berpuasa Ramadhan dan menunaikan haji ke baitullah.

Selanjutnya beliau bersabda, Maukah kamu aku tunjukkan pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, sedekah sebagai pemadam kesalahan seperti air memadamkan api, dan kerjakanlah shalat di tengah kegelapan malam.” Lalu dibacakan kepadanya Surat As Sajdah ayat 16-17.

Kemudian beliau bertanya, “Sudikah engkau aku kabari kunci segala urusan, tonggak dan puncaknya?”

Tentu mau wahai Nabi.”

Beliau pun memegang lisannya seraya mengatakan, “Tahan (jaga)lah lisanmu.”

Wahai Nabi, akankah kami mempertanggungjawabkan seluruh ucapan kami?” tanyaku spontan.

Beliau menjawab, “Aduh, betapa ruginya ibumu, hai Muadz! Adakah yang menyebabkan manusia tersungkur ke dalam neraka selain karena ucapan lisan mereka sendiri?”

(HR. Tirmidzi)

Bersambung………..

Flag Counter