Bank Syariah Mandiri (BSM) 1660017381 an. Yayasan Al-Islam

Contact Center: 0856-8566-683

Artikel

KOMUNIKASI ALA NABI ﷺ Bag. 4

MERENCANAKAN KOMUNIKASI 

Di antara sikap bijaksana para Sahabat yang layak ditiru adalah mempersiapkan diri sebelum berkomunikasi. Sebelum memenuhi panggilan Najasyi, mereka bermusyawarah guna merencanakan strategi menghadapi pertanyaan Raja. Hasilnya;

  1. Bertekad untuk berkata jujur tanpa gentar dalam menghadapi segala resiko
  2. Menunjuk Ja’far sebagai jubir.

Dikisahkan bahwa dua utusan Quraisy begitu kecewa dengan hasil komunikasi Najasyi dengan Ja’far. Karenanya mereka merencanakan makar jahat guna merubah keberpihakan raja. Mereka hendak membongkar ideologi Sahabat tentang Nabi Isa di hadapannya. Masalah ini dianggap masalah paling sensitif antara Aqidah Islam dan Nasrani.

Maka jawaban Ja’far ketika raja menanyakan hal tersebut adalah, “Kami meyakini kedudukan Isa bin Maryam sebagaimana diajarkan Nabi kami. Beliau adalah hamba dan utusan Allah. Beliaulah roh ciptaan-Nya, yang tercipta berkat kalimat ilahi terhadap Maryam, perawan suci yang tidak bersuami.”

Seusai menyimak jawaban Ja’far, Najasyi bereaksi dengan menepukkan tangan ke tanah seraya memungut sebatang ranting, lalu dia menyatakan, “Sungguh hakikat Isa putra Maryam tidak berbeda dengan apa yang kamu katakan walau hanya sebesar ranting ini.”

Kedua utusan Quraisy pulang ke Makkah dalam keadaan terhinakan dan gagal menjalankan misinya. (HR. Imam Ahmad dan perawi lainnya)

Kemampuan memetakan alur komunikasi sebelum memasukinya adalah awal kesuksesan Anda, perencanaan komunikasi dapat menjadi cermin kepedulian Anda terhadap masa depan.

ﺇﺫﺍ ﻗﻤﺖ ﻓﻲ ﺻﻼﺗﻚ ﻓﺼﻞّ ﺻﻼﺓ ﻣﻮﺩّﻉ ﻭﻻ ﺗﻜﻠّﻢْ ﺑﻜﻼﻡ ﺗﻌﺘﺬﺭ ﻣﻨﻪ

” Apabila hendak sholat, maka sholatlah seakan-akan kamu hendak mati. Dan janganlah kamu ucapkan perkataan yang esok hari kamu merasa perlu meminta maaf atasnya. ” (Hr. Ahmad dan Ibnu Majah ‏)

Tiga indikator kesempurnaan seseorang;

  1. Menimbang setiap ucapan sebelum disampaikan.
  2. Menjauhi pernyataan yang perlu diklarifikasi kemudian.
  3. Tidak berkomunikasi dengan orang pandir meskipun demi menjaga perasaannya. (al Faidhul Qodir karya Al Munawi III/117).

Semoga Allah melapangkan dada kita, memudahkan urusan kita, melepaskan belenggu yang ada di lisan kita, sehingga menjadi benar perkataan kita. Aamiin.

 

MEMBANGUN PONDASI

Komunikasi tidak berbeda dengan kegiatan manusia lainnya, sama-sama memiliki tahapan dan jenjang yang terukur. Setiap tahapan harus Anda lalui dengan baik karena keberhasilan tahapan selanjutnya bergantung pada kesuksesan awal ini.

Di antara strategi komunikasi ala Nabi kita adalah mencari banyak dan memperbanyak sisi persamaan dengan lawan bicara. Dari titik-titik persamaan tersebut beliau mengarahkan alur komunikasi sesuai dengan harapan semula.

Dengan demikian, orang yang diajak berkomunikasi dapat menangkap pesan beliau dengan mudah dan lapang dada.

Beliau bersabda :

الأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ

“Jiwa-jiwa manusia bak satu pasukan yang terlatih. Maka itu jiwa yang serupa akan bersatu, sedangkan jiwa yang berbeda akan berselisih.” (Bukhori Muslim)

Kesamaan ideologi adalah modal utama bagi terwujudnya efektifitas komunikasi yang kita jalin. Perbedaan ideologi umumnya menjadi jurang pemisah antara Anda dan lawan komunikasi.

Kesamaan pola pikir dan cara pandang. Sikap maupun ucapan seseorang terhadap sesuatu hal berawal dari atau mengacu pada gambaran/persepsinya terhadap sesuatu itu, walaupun menyalahi fakta ilmiah.

Kesamaan sumber hukum atau rujukan informasi yang dikemukakan setiap pihak merupakan modal utama bagi tercapainya komunikasi yang efektif dan terarah. Perbedaan dalam hal ini dinilai sebagai awal kegagalan dalam komunikasi.

Kesamaan gaya bahasa. Semakin jelas bahasa yang Anda gunakan, semakin besar peluang meraih kesuksesan dalam berkomunikasi. Semakin banyak perbedaan bahasa antara Anda dan lawan bicara, semakin sempit peluang menggapai keberhasilan.

 

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ ۖ فَيُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. (Ibrahim :4)

Rasulullah senantiasa berupaya menyerasikan bahasa lisan beliau dengan bahasa lawan komunikasinya. Allahu a’lam bish showab.

 

—————-?====?—————

DDC -Donasi Dakwah Center-

YAYASAN AL ISLAM

?Alamat: Jl. Kp Sawah No 39A Jati Melati Pondok Melati Bekasi

✅Join us 0856-9490-8320

Nama#Alamat#No Wa

www.donasidakwahcenter.com

✅Rekening: BSM 16600 173 81  an.Yayasan Al ISLAM

www.twitter.com/Alislam_DDC

✅Fb/Fp: www.facebook.com/alislamb

✅Telegram: telegram.me/DonasiDakwahCenter

Flag Counter