Bank Syariah Mandiri (BSM) 1660017381 an. Yayasan Al-Islam

Contact Center: 0856-8566-683

Artikel

MEMOHON KETEGUHAN DALAM SETIAP URUSAN (Bagian Keempat – Selesai)

•••
Dari Syadad bin Aus radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika manusia menyimpan emas dan perak, maka simpanlah doa-doa di bawah ini,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ وَأَسْأَلُكَ حُسْنَ عِبَادَتِكَ وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا وَأَسْأَلُكَ لِسَانًا صَادِقًا وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

‘Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam segala perkara, dan kemauan kuat untuk berbuat sesuatu yang benar, aku memohon kepada-Mu rasa syukur atas nikmat-Mu dan ibadah dengan baik kepada-Mu, aku memohon kepada-Mu hati yang bersih dan lisan yang jujur. Aku memohon kepada-Mu dari kebaikan yang Engkau mengetahuinya dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang Engkau mengetahuinya. Dan aku memohon ampunan-Mu atas (dosa-dosaku) yang Engkau mengetahuinya, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui yang ghaib’.”
(Hadits Hasan. HR. Ahmad, at-Tirmidzi, an-Nasai, Ibnu Hibban. Lafadh dari Ahmad)

•••
5⃣ PELAJARAN KELIMA: Kebaikan yang Diketahui

وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ،

“Aku memohon kepada-Mu dari kebaikan yang Engkau mengetahuinya dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang Engkau mengetahuinya. Dan aku memohon ampunan-Mu atas (dosa-dosaku) yang Engkau mengetahuinya”

Banyak kebaikan yang kita tidak mengetahuinya, tetapi Allah mengetahuinya. Kadang kita meremehkan suatu perbuatan, padahal bagi Allah itu suatu kebaikan. Sebagai contoh, senyum ketika bertemu dengan saudara sesama muslim. Ini sesuai dengan hadits Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلِقٍ

“Janganlah engkau meremehkan suatu kebaikan, walaupun sekedar bermuka manis ketika engkau bertemu dengan saudaramu.” (HR. Muslim)

Sebaliknya juga banyak dosa yang kita tidak mengetahuinya, atau kita anggap remeh padahal di sisi Allah sangat besar, sebagaimana firman Allah,

إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُمْ مَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ

“(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.” (Qs. an-Nur: 15)

Selanjutnya, kita diperintahkan untuk meminta ampun atas dosa-dosa yang kita tidak mengetahuinya kalau itu dosa, atau kadang kita mengerjakan dosa-dosa tersebut tanpa kita sadari. Bahkan kadang kita sudah berusaha menghindari dosa tersebut, atau sudah memohon kepada Allah agar dihindarkan dosa tersebut, tetapi tetap saja kita terjerumus pada dosa tersebut, dengan sadar atau tanpa kita sadari. Sebagai contoh, ketika melakukan transaksi jual beli, walaupun sudah berusaha untuk jujur, tetapi kadang tanpa disadari, terdapat beberapa barang yang terdapat cacatnya ikut terjual sehingga merugikan penjual, atau dalam pergaulan sehari-hari, ketika berbicara dengan orang lain, sering ada kata-kata yang tidak kita sadari, membuat sakit orang lain.

6⃣ PELAJARAN KEENAM: Allah Mengetahui yang Ghaib

إِنَّكَ أنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ

“Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui yang ghaib.”

Ini mirip dengan doa istikharah, ketika seseorang menghadapi suatu masalah, dia memohon kepada Allah jalan yang benar dan meminta pilihan yang tepat, karena dia tidak tahu sedangkan Allah Maha Mengetahui yang ghaib.

Bahkan kadang suatu hal, kita anggap itu baik dan kita cintai, tetapi ternyata di sisi Allah hal tersebut membawa madharat. Sebaliknya ada suatu hal yang kita anggap buruk dan kita benci, ternyata hal itu bagi Allah merupakan suatu kebaikan dan membawa mashlahat. Karena Allah Maha Tahu dan Mengetahui yang ghaib. Ini sesuai dengan firman-Nya,

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Qs. al-Baqarah: 216)

Wallahu A’lam.

✒ DR. Ahmad Zain An-Najah, MA.

Flag Counter