Bank Syariah Mandiri (BSM) 1660017381 an. Yayasan Al-Islam

Contact Center: 0856-8566-683

Tanya Jawab

Mengapa Hari Jum’at Utama?

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz, saya mau tanya: Kenapa cuma hari jum’at termasuk waktu mustajab? Mengapa tidak senin atau kamis ? Mohon penjelasannya tentang keutamaan dan keistimewaan hari jum’at. Syukran. (Ummu Asma)

Jawaban:

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Sesungguhnya hikmah Allah menunjukkan bahwa Dia mengutamakan sebagian makhluk-Nya diatas sebagian yang lain. Maka, Allah-pun mengutamakan sebagian hamba-hamba-Nya dengan memilih sebagian mereka menjadi Nabi dan Rasul. Diantara mereka ada yang Allah istimewakan menjadi ulul azmi, selanjutnya Allah menjadikan Nabi dan Rasul kekasih-Nya, Muhammad Shallallahu alaihi wa Sallam sebagai yang paling utama dan mulia.

Allah juga mengutamakan beberapa tempat atas tempat yang lain, seperti Makkah al-Mukarramah dan Madinah al-Munawwarah. Begitu pula Allah Ta’ala mengutamakan sebagian waktu atas sebagian yang lain. Allah-pun menjadikan Ramadhan sebagai bulan yang paling utama, dan lailatul qadar sebagai sebaik-baik malam.

Allah Ta’ala juga menjadikan Jum’at sebagai hari yang paling utama dalam sepekan. Ini semua adalah kehendak Allah dan berdasarkan hikmah-Nya. Allah telah mengistimewakan hari jum’at dengan berbagai keutamaan. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa Sallam kepada kita, yaitu sebagai berikut;

1-      Hari yang paling baik

2-      Hari Nabi Adam ‘Alaihis Salam diciptakan

3-      Hari Nabi Adam ‘Alaihis Salam dimasukkan ke dalam surga

4-      Hari Nabi Adam ‘Alaihis Salam dikeluarkan dari surga

5-      Hari Allah menerima taubat Nabi Adam ‘Alaihis Salam

6-      Hari Nabi Adam ‘Alaihis Salam diwafatkan

7-      Hari kiamat akan terjadi pada hari jum’at

Tujuh keutamaan di atas tercakup dalam dua hadits berikut;

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ ».

“Dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda, ‘Sebaik-baik hari kala matahari terbit ialah hari jum’at. Pada hari ini pula ia dimasukkan ke dalam surga, dan pada hari ini pula ia dikeluarkan dari surga, dan tidaklah hari kiamat terjadi kecuali hari jum’at’.” (HR. Muslim dalam Shahih-nya, no.2014 & Tirmidzi, no.488)

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُهْبِطَ مِنْ الْجَنَّةِ وَفِيهِ تِيبَ عَلَيْهِ وَفِيهِ مَاتَ

Sebaik-baik hari kala matahari terbit ialah hari jum’at. Pada hari ini pula ia dimasukkan ke dalam surga, dan pada hari ini pula ia dikeluarkan dari surga, diterima taubatnya, dan diwafatkan.” (HR. Malik dalam al-Muwaththa’ no. 364, Abu Dawud, no. 1046, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)

8-      Pada hari jum’at terdapat waktu yang mustajab

Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda,

يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً فِيهَا سَاعَةٌ لاَ يُوجَدُ عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ إِيَّاهُ فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ.

Hari jum’at ialah dua belas jam. Didalamnya terdapat satu waktu, tidaklah seorang muslim memohon seseuatu kepada Allah pada saat itu, melainkan Allah akan mengabulkannya. Maka carilah waktu itu di saat-saat akhir setelah shalat ashar.” (HR. Abu Dawud, no.1048 & an-Nasa’i, no. 1389, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)

9-      Orang yang wafat pada hari jum’at akan selamat dari fitnah kubur

Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda,

« مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ »

Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari jum’at atau malam jum’at melainkan Allah akan lindungi ia dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad, no. 6582 & Tirmidzi, no.1074, dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani)

10-   Allah bersumpah dengan hari jum’at

Allah Ta’ala berfirman, “Dan demi hari yang menyaksikan dan yang disaksikan.” (QS. Al-Buruj: 3)

Mayoritas ahli tafsir telah bersepakat bahwa yang dimaksud “demi hari yang menyaksikan” adalah hari jum’at. (Lihat: ad-Durr al-Mantsur, Imam Suyuthi, XXV/330)

Demikianlah keutamaan-keutamaan hari jum’at berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah. Dan perlu kita yakini bahwa keutamaan ini sesuai dengan hikmah Allah atas hamba-hamba-Nya. Semoga penjelasan singkat ini bisa memberikan jawaban atas pertanyaan yang saudari tujukan. Wallahu a’lam bish Shawaab.

Dijawab oleh: Muizzudien Abu Turob حفظه الله

Editor: Sabiq Muslim  حفظه الله

Flag Counter