Bank Syariah Mandiri (BSM) 1660017381 an. Yayasan Al-Islam

Contact Center: 0856-8566-683

Artikel

MUTIARA RUQYAH SYAR’IYYAH BAG. 01

Selama beberapa masa, pengobatan bagi orang yang terkena sihir atau kesurupan masih terbatas pada tukang sihir, paranormal dan kaum dajjal, sehingga pasaran mereka sangat ramai dan dagangan mereka juga sangat laris. Sampai-sampai, setiap kali melewati rumah seorang tukang sihir, anda selalu menyaksikan antrian orang-orang yang mau berobat dan minta disembuhkan. Pemandangan hina seperti itu, membuat seorang muslim yang komitmen terhadap agamanya merasa tersayat-sayat, dan menjadikan setiap orang beriman yang mengesakan Allah merasa miris hatinya. Jika Anda memberi nasihat, mereka akan menggeleng-gelengkan kepala (menolak) dan berkata, “Lalu apalagi yang akan kami lakukan? Apakah kalian punya penawar yang bisa mengatasi sihir ini? Atau cara untuk mengeluarkan jin ini?”

Sebagai seorang juru dakwah yang terjun ke alam realitas, tidak ada jawaban memuaskan dan perkataan sempurna, selain mengucapkan: “Ya Allah, tunjukilah kaumku, karena mereka tidak mengetahui.”

 

JIN SEBUAH HAKIKAT BUKAN KHURAFAT

Beriman kepada yang ghaib?

Salah satu pokok akidah Islam adalah beriman (meyakini) adanya hal-hal ghaib. Bahkan, keyakinan merupakan sifat pertama yang disematkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada orang-orang yang bertakwa, sebagaimana firman-Nya:

الم (١) ذلك الكتاب لا ريب فيه هدى للمتقين (٢) الذين يؤمنون بالغيب ويقيمون الصلوة ومما رزقناهم ينفقون (٣)

“Alif lam mim. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang betakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka…” (Al-Baqarah: 1-3).

Karena itu, seorang muslim wajib mengimani hal yang ghaib dengan keimanan yang mantap, tanpa dicampuri keraguan dan kebimbangan sedikitpun.

Menurut Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu Anhu pengertian ghaib adalah sesuatu yang tidak bisa kita indera, dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala serta rasul-Nya telah memberitahukan perkara (ghaib) ini kepada kita.

Dalam hal ini jin merupakan salah satu makhluk ghaib yang harus kita yakini keberadaannya. Sebab, banyak sekali dalil menyatakan tentang hal ini, baik dari Al-Qur’an maupun Al-Hadits.

Dalil dari Al-Qur’an:

وإذ صرفنا اليك نفرا من الجن يستمعون القرآن فلما حضروه قالوا انصتوا فلما قضي ولوا إلى قومهم منذرين (٢٩)

“Dan (ingatlah) ketika kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al-Qur’an, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan(nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya).” (Al-Ahqaf: 29).

Dalil dari hadits:

Dari Abu Said Al-Khudri Radhiyallahu Anhu, dia berkata, “Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam pernah bersabda kepadaku: ‘Aku perhatikan kamu sangat menyukai kambing dan menggembalakannya ke lembah. Jika kamu berada di suatu lembah bersama kambingmu, lalu kamu ingin mengumandangkan suara adzan untuk shalat, keraskanlah suaramu. Karena setiap jin, manusia dan apa saja yang mendengar suara muadzin yang mengumandangkan adzan, kelak akan menjadi saksi baginya pada hari kiamat’.” Wallahu a’lam bishawab.

Bersambung……..

 

 

 

 

—————-?====?—————

DDC -Donasi Dakwah Center-

YAYASAN AL ISLAM

?Alamat: Jl. Kp Sawah No 39A Jati Melati Pondok Melati Bekasi

✅Join us 0856-9490-8320

Nama#Alamat#No Wa

✅ www.donasidakwahcenter.com

✅Rekening: BSM 16600 173 81  an.Yayasan Al ISLAM

✅ www.twitter.com/Alislam_DDC

✅Fb/Fp: www.facebook.com/alislamb

Flag Counter