Bank Syariah Mandiri (BSM) 1660017381 an. Yayasan Al-Islam

Contact Center: 0856-8566-683

Artikel

MUTIARA RUQYAH SYAR’IYYAH BAG. 02

Jin itu tidak bisa dilihat, bukan berarti tidak ada?

Jika tidak bisa melihat jin dijadikan dalil bahwa jin tidak ada, maka berapa banyak sesuatu yang tidak bisa kita lihat, namun pada hakikatnya ia ada. Sebagai contoh; arus listrik tidak bisa kita lihat di kabel listrik, tetapi kita bisa tahu bahwa ia ada melalui tanda-tandanya pada lampu atau yang lainnya. Begitu pula udara yang tiap hari kita hirup untuk bernafas, kita tidak bisa melihatnya, tetapi kita dapat merasakan keberadaannya.

Bahkan, ruh (nyawa) yang merupakan salah satu penyangga kehidupan kita, karenanya kita bisa hidup dan tanpanya kita mati, tidak bisa kita lihat dan ketahui hakikatnya. Namun demikian, kita meyakini keberadaannya.

Asal Muasal Penciptaan Jin?

Banyak sekali ayat Al-Qur’an dan hadits Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang secara pasti dan akurat menunjukkan bahwa bangsa jin diciptakan dari api. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وخلق الجآن من مارج من النار

Dia menciptakan jin dari nyala api.” (Ar-Rahman: 15).

Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘Anhu mengatakan, maksud “dari nyala api” pada ayat di atas adalah “dari nyala api yang murni”. Dalam riwayat lain, Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘Anhu mengatakan, maksudnya adalah dari ujung jilatannya. (Tafsir Ibnu Katsir: 4/271).

Allah berfirman lagi:

والجان خلقناه من قبل من نار السموم (٢٧)

“Dan kami telah menciptakan para jin sebelum ( Adam) dari api yang sangat panas.” (Al-Hijr: 27).

قال ما منعك الا تسجد اذ امرتك، قال انا خير منه خلقتنى من نار وخلقته من طين (١٢)

“Iblis berkata, ‘Aku lebih baik darinya (Adam), Engkau menciptakan aku dari api sementara Engkau menciptakannya dari tanah liat.” ( Al-A’raf: 12).

 

Bila ada orang masih menyanggah, “Bagaimana Anda bisa menjadikan perkataan iblis sebagai dalil?” Bukankah dia adalah pendusta?”

Jawabnya, “Sesungguhnya yang menjadi dalil bukan terletak pada perkataan Iblis itu sendiri, tetapi pada penetapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepadanya akan hal itu. Sebab, Allah tidak akan menetapkan sesuatu yang batil.”

Imam Muslim dan Ahmad meriwayatkan dari Ummul Mukminin Aisyah Radhiyallahu ‘Anha yang berkata, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Para malaikat diciptakan dari cahaya; bangsa jin diciptakan dari nyala api; dan Adam diciptakan dari sesuatu yang telah digambarkan kepada kalian (tanah liat).” (HR Imam Muslim: (18/123 – Syarh An-Nawawi).

Macam-macam Jin dan tempat tinggal mereka?

Dari Tsa’labah Al-Khasyani Radhiyallahu ‘Anhu, dia berkata, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

 الجن ثلاثة اصناف:  صنف لهم اجنحة يطيرون في الهواء، وصنف حيات وعقارب، وصنف يحلون ويظعنون

“Jin ada tiga macam, ‘Pertama; jin yang mempunyai sayap, mereka biasa terbang di udara. Kedua, jin berupa ular-ular dan kalajengking. Dan ketiga, jin yang bertempat tinggal dan pindah-pindah serta berpetualang’. (HR Thabrani dan Hakim).

Biasanya, bangsa jin lebih memilih untuk tinggal di tempat-tempat yang tidak dihuni manusia, seperti padang pasir. Ada juga yang tinggal di tong sampah dan tempat pembuangan kotoran. Di antara jin tersebut, ada yang tinggal bersama manusia. Karena itu, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah keluar menuju padang pasir untuk mengajak (mendakwahi) mereka kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Beliau membacakan Al-Qur’an kepada mereka serta mengajarkan syariat-syariat Islam. Hadits tentang kisah ini banyak periwayatannya, seperti yang terdapat pada kedua kitab Shahih, Imam Bukhari dan Muslim, dari jalur Abdullah bin Abbas dan Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu.

Ada juga yang tinggal di tong sampah dan pembuangan kotoran. Karena mereka memakan sisa-sisa makanan manusia. Sebagaimana yang terdapat pada hadits riwayat Imam Muslim dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu yang sudah kita sebutkan sebelumnya.

Ada juga jin yang tinggal di WC, diriwayatkan dari Zaid bin Arqam Radhiyallahu ‘Anhu, beliau bercerita bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah bersabda:

“Sesungguhnya tempat-tempat pembuangan kotoran ditempati oleh bangsa jin. Oleh karena itu, jika salah seorang di antara kalian masuk ke dalam jamban, hendaklah ia berdoa: 

اللهم اني اعوذ بك من الخبث والخبائث

“(Ya Allah, Sesungguhnya hamba berlindung kepada-Mu dari jin laki-laki dan jin perempuan). HR Abu Dawud di dalam kitabut Thaharah bab 3, An-Nasa’i dalam Kitabut Thaharah bab 17. Ibnu Majah di dalam Kitabut Thaharah bab 9. Dan Imam Ahmad di dalam “Al-Musnad”, juz 4 hal 369. Hadits ini shahih. Wallahu ‘Alam bishwab.

—————-?====?—————

DDC -Donasi Dakwah Center-

YAYASAN AL ISLAM

?Alamat: Jl. Kp Sawah No 39A Jati Melati Pondok Melati Bekasi

✅Join us 0856-9490-8320

Nama#Alamat#No Wa

✅ www.donasidakwahcenter.com

✅Rekening: BSM 16600 173 81  an.Yayasan Al ISLAM

✅ www.twitter.com/Alislam_DDC

✅Fb/Fp: www.facebook.com/alislamb

Flag Counter