Bank Syariah Mandiri (BSM) 1660017381 an. Yayasan Al-Islam

Contact Center: 0856-8566-683

Artikel

Pahala dan Manfaat Sedekah

 

 

Sedekah memiliki keutamaan besar dan pahala yang melimpah di dunia dan akhirat. Keutamaan dan pahala itu akan didapatkan seseorang yang diberi bimbingan Allah dan dikehendaki untuk mendapatkannya. Di antara dampak baik, manfaat dan besarnya keutamaan sedekah ialah sebagai berikut:

  1. Sedekah ialah penyuci dan pembersih

Allah Berfirman:

  1. ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.(QS.At-Taubah:103)

 

membersihkan mereka” maksudnya membersihkan dari dosa-dosa mereka dan dari kekikiran jiwa. “menyucikan mereka” menunjukan kepada suatu bentuk penghiasan diri dengan hal-hal mulia dan baik. Sebab, sedekah ialah pembersih, penyuci, pelebur kesalahan, dan pengangkat derajat.

 

  1. Sedekah ialah Bentuk Ketundukan Kepada Perintah Allah Dan Rasul-Nya

Allah Berfirman:

  1. Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa Sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya[606] dan Sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.(Qs.Al-Anfal:24)

Allah Berfirman:

Patuhilah seruan Tuhanmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. kamu tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu).(Qs.Asy-Syura:47)

Di antara sifat orang-orang yang beriman dan bertakwa ialah bersegera dalam menjalakan perintah Allah. Sementara bersedekah ialah termasuk hal yang diperintahkan dan di anjurkan Allah. Dia Berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa’at[160]. dan orang-orang kafir Itulah orang-orang yang zalim.(Qs.Al-Baqarah:254)

dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku Termasuk orang-orang yang saleh?”(Qs.Al-Munafiqun:10)

  1. Orang Mukmin Berada dalam Naungan Sedekahnya pada Hari Kiamat

Pada hari yang pasti itu, di mana anak akan beruban, matahari mendekati kepala manusia, keringat banyak banyak keluar hinnga benar-benar menggelamkan manusia. Abu Hurairrah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:

Pada hari kiamat manusia akan berkeringat hingga mengalir sejauh tujuh puluh hasta dan akan menenggelamkan mereka hingga mencapai telinga mereka.”

Ibnu Hajar memberi ulusan hadits di atas, “Barang siapa memperhatikan kondisi tersebut, niscaya akan mengetahui betapa besarnya guncangan pada hari itu. Yaitu, ketika api mengelilingi tanah padang Mashyar dan matahari didekatkan sekitar satu mil jaraknya dari kepala mereka. Lantas bagaimana kondisi panasnya bumi saat itu? Keringat apa yang mengalir di padang sahara hingga mencapai 70 hasta padahal setiap manusia hanya mendapat tempat sebatas pijakan kedua kakinya? Lalu bagaimana kondisi manusia saat itu dengan keringat dan peluh mereka padahal kadar keringat mereka berbeda satu sama lain saat itu? Hal itu membuat kita terkesima dan menunjukan akan besarnya kekuasaan Allah” pada saat itu manusia amat sangat memerlukan naungan.

Uqban bin Amir berkata, “saya mendengar Rasulullah bersabda: ‘Setiap orang berada di bawah naungan sedekahnya hingga manusia diadili oleh pengadilan Allah.’ Atau beliau bersabda, ‘hingga ditetapkan keputusan di antara manusia.’”

Abu Al-khair, salah satu perawi hadits, berkata, “Tidak berlalu satu hari pun melainkan ia pasti bersedekah dengan sesuatu meski hanya dengan sepotong kue atau sebutir bawang.”

Sementara itu, dalam hadits tentang tujuh golongan yang mendapatkan naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya disebutkan: “……..Dan seseorang yang menyedekahkan sesuatu lalu ia merahasiakanya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang di beri oleh tangan kanannya …..”

  1. Sedekah Menghindari Musibah dan Menjauhkan Kematian yang Buruk

Sedekah memiliki dampak baik terhadap pelakunya serta menjaga dirinya dari berbagai musibah dan bencana. Umamah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: “perbuatan-perbuatan baik akan menghindari dari dari pintu-pintu keburukan, sedekah yang tersembunyi akan memadamkan amarah Allah, dan menyambung tali silaturahmi akan menambah usia.”

Ibnu Abi-Al Ja’ad berkata: “Sedekah itu menghindarkan diri dari 70 pintu keburukan.”

Di antara dampak baik sedekah lainnya ialah memelihara orang dari kematian yang buruk. Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya sedekah itu dapat memadamkan amarah Allah dan menghindarkan diri dari kematian yang buruk”

Ibnu Al-Arabi Al-Maliki berkata, “Hakikat kematian yang buruk ialah kematian saat melakukan kemaksiatan.”

Al-Mubarakfuri menjelaskan bahwa Al-Iraqi berkata, “Secara tekstual, maksud kematian yang buruk ialah kematian yang diminta Rasulullah agar beliau terlindungi darinya. Seperti keruntuhan bangunan, jatuh, tenggelam, kebakaran, tergoda setan saat menghadapi kematian, dan terbunuh saat lari meninggalkan peperangan di jalan Allah.”

Saudaraku, perhatikanlah keutamaan sedekah dan dampak baiknya terhadap kematian yang baik serta hamba akan terjaga dari bencana dan akibat yang buruk.

  1. Sedekah ialah Tanda dan Bukti Nyata Keimanan yang Benar

Hal itu senada dengan sabda Nabi SAW:

Bersuci itu sebagian dari iman, Alhamdulillah memenuhi timbangan, subhanalallah dan alhamdulillah memenuhi apa yang ada di antara langit dan bumi, shalat itu cahaya, sedekah itu bukti nyata, sabar itu pelita, Al-Qur’an itu hujjah yang membelamu atau menentangmu, setiap orang pergi menjual dirinya, ia membebaskannya atau membinasakannya.”

An-Nawawi berkata seraya mengulas makna bukti nyata, “Sedekah ialah hujah dan bukti atas keimanan pelakunya karena orang munafik tidak melakukannya dan tidak meyakininya. Sebab itu, orang yang bersedekah berarti telah membuktikan kejujurannya dan kebenaran imanya.”

Sabda Nabi: “Sedekah itu bukti nyata.”

Hal ini menunjukan, sedekah ialah masalah akidah yang penting yang merupakan keyakinan seorang muslim, bukan hanya sebatas jumlah harta yang diberikan pelakunya sebagai tindakan baik kepada penerima sedekah dan memenuhi kebutuhannya yang mendesak.”

  1. Sedekah ialah Penembus bagi Seorang Muslim dari Belengguh yang Mengikatnya

Belenggu seorang muslim ialah semua dosa dan kemaksiatan. Alangkah banyaknya kita terbelenggu dosa dan kemaksiatan! Seorang muslim sangatlah memerlukan seseorang yang bisa melepaskan belenggu Dan di antara media dan perantara yang membantu untuk hal itu ialah dengan bersedekah sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi tentang Nabi Yahya SAW:

“Saya memerintahkan kalian agar bersedekah karena perumpamaan hal itu ialah seperti orang yang ditawan musuh dan mereka mengikat erat tanganya di lehernya lalu mereka menghadapkannya untuk memenggal lehernya, kemudian ia berkata: ‘saya menebusnya dari kalian dengan hartaku yang sedikit dan yang banyak.’ Hingga akhirnya ia menebus dirinya dan musuh itu.”

Nabi menyamakan seorang yang memberi sedekah seperti tawanan lalu sedekah datang untuk membebaskannya.

Ibnu Qayyim menjelaskan hadits tersebut, “Hal itu menjelaskan bahwa burhan ialah kebenaran dan buktinya ialah kejadiannya karena sedekah memiliki pengaruh yang menawan dalam hal menolak berbagai macam bencan walaupun berasal dari seorang yang jahat atau orang yang berlaku lalim, bahkan orang kafir sekalipun, karena, Allah akan menolak berbagai macam bencana dengan sedekah. Hal ini merupakan suatu hal lumrah yang diketahui oleh banyak orang , baik yang terpelajar maupun tidak.”

  1. Allah Memberi Ganti Orang yang Bersedekah

Allah berfirman:

  1. Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, Maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya.(saba’: 39)

Hal ini ialah kabar dari Allah untuk para pemberi sedekah dan nafkah. Allah akan menggantinya untuk mereka. Dan siapa yang lebih benar perkataannya daripada Allah?

Abu Huraira meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda:

Allah berfirman kepada manusia, ‘Wahai anak cucu Adam! Berfikirlah niscaya Aku akan memberi ganti untukmu.’”

Abu Huraira meriwaytkan bahwa Rasullah bersabda:

“Tidaklah suatu hari dimana seorang hamba berada di hari itu kecuali ada malaikat turun, salah satunya berdoa, Ya Allah, berilah ganti orang yang berinfak.’ Dan yang lain berdoa. ‘Ya Allah, berikanlah kerugian pada orang yang kikir.’”

An-Nawawi mengulas hadits di atas seraya berkata, “para ulama berkata, ‘Infak tersebut ialah infak dalam ketaatan, akhlak-akhlak yang terpuji, infak untuk keluarga dan tamu, sedekah-sedekah, dan sebagainya yang tidak tercela dan tidak berlebihan. Sementara menahan diri untuk berinfak yang tercela ialah menahan diri untuk hal-hal tersebut.’”

  Berkenaan dengan doa malaikat, “Ya Allah, berikanlah kerugian kepada orang yang kikir,” Ibnu Hajar berkata, “berdoa untuk kehancuran mengandung dua arti, yaitu hancurnya harta itu sendiri atau binasanya jiwa orang tersebut.”

Malaikat berdoa agar orang kikir tertimpa keburukan berupa kebinasaan dirinnya, Kita berlindung kepada Allah. Alangkah banyaknya di antara kita yang menjerumuskan diri ke dalam mara bahaya bagi jiwa dan raganya! Hal itu kadang disebabkan sifat kikir dan keengganan untuk bersedekah. Ketahuilah bahwa doa malaikat tidak akan berlalu begitu saja. Karena itu, berhati-hatilah.

 

  1. Pahala Sedekah Tak Terputus Meskipun Setelah Penyedekah Meninggal

Saat kehidupan seorang manusia di dunia ini habis dan ajal menghampirinya lalu ia pergi menghadap Rabbnya untuk diperhitungkan segala perbuatan yang pernah dilakukan, saat itulah manusia sangat memerlukan amal-amal shaleh yang menyelamatkannya dari siksa Allah. Dan di antara amal-amal saleh yang tidak terputus pahalanya dari seseorang setelah meninggal dunia ialah sedekah. Hal itu sebagai bukti kebenaran sabda Nabi: “Apabila seorang manusia meninggal dunia, terputuslah segala amal perbuatannya kecuali tiga hal, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh untuknya.

Saudaraku, silahkan renungkan besarnya pahala sedekah dan keutamaannya serta keabadian manfaatnya hingga setelah Anda meninggal nantinya.

  1. Sedekah Menghapus Kesalahan

Mu’adz bin jabal meriwayatkan bahwa Rasullah bersabda: ‘Sedekah itu menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api.’”

 

Flag Counter