Bank Syariah Mandiri (BSM) 1660017381 an. Yayasan Al-Islam

Contact Center: 0856-8566-683

Tanya Jawab

Rokok Makanan Atau Bukan? Mengapa Bisa Membatalkan Puasa?

Rokok Makanan Atau Bukan? Mengapa Bisa Membatalkan Puasa?

Jawab:

Status rokok sebagai makanan atau bukan, para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini.

Menurut para ulama ROKOK memilki hukum yang sama dengan BAKHUR (kayu gaharu) dari segi asapnya. Hanya saja rokok itu haram sedang BAKHUR itu halal. (Fatawa al Islam Sual wa Jawab, no fatwa: 37765)

Syaikh DR. Khalid al-Musyaiqih mengatakan, “Pendapat yang benar adalah asap ini (kayu gaharu) bukanlah makanan atau minuman, dan tidak dihukumi makanan atau minuman.” (Fatawa Syaikh Khalid al-Musyaiqih, 1/62)

Adapun Syaikh Ibnu Utsaimin ketika ditanya, “Sebagian perokok meyakini bahwa merokok pada siang Ramadhan tidak membatalkan puasa, karena itu bukanlah makanan atau minuman, bagaimana pendapat anda akan ucapan ini?”

Beliau menjawab, “Saya berpendapat ucapan tersebut tidak berdasar sama sekali, bahkan rokok itu adalah minuman. … Tidak diragukan lagi asap rokok itu masuk ke dalam rongga dan perut. Dan setiap apa yang sampai ke perut itu membatalkan puasa.” (Majmu’ Fatawa wa Rasail, 19/202)

Dalam fatwa beliau yang lain mengatakan, “Makan dan minum hingga sampai rongga, baik melalui mulut ataupun hidung, apapun bentuk makanan dan minuman itu (maka membatalkan puasa).” (Majmu’ Fatawa wa Rasail, 20/72)

Adapun jika ia perokok pasif, maka puasanya tidak batal, karena ia tidak sengaja dan tidak mampu menghindarinya. Namun jika ia perokok aktif maka puasanya batal, karena ia sengaja memasukkannya ke rongga. (Lihat: Fatawa Syaikh Hasanain Makhluf, hal.350)

Dapat disimpulkan bahwa rokok memiliki hukum khusus. Rokok tidak dihukumi makanan secara mutlak, namun juga bukan asap secara mutlak. Artinya; Rokok bukanlah makanan tapi dapat membatalkan puasa layaknya makanan.

Intinya, apabila ada yang masih beralasan bahwa rokok itu bukan makanan, maka kita dapat menjawab, “Yang berhak memfatwakan hukum rokok adalah para ulama, bukan anda (perokok).”

Atas dasar itu, maka apabila perokok melakukannya pada siang hari maka ia tetap melanjutkan puasanya, dan meng-qadha’nya setelah Ramadhan.

Wallahu a’lam bish Shawab.

Semoga bermanfaat!

Flag Counter