Bank Syariah Mandiri (BSM) 1660017381 an. Yayasan Al-Islam

Contact Center: 0856-8566-683

Artikel

Sedekah: Melepas Belenggu Syetan

Allah Ta’ala menganjurkan hamba-hamba-Nya untuk menafkahkan harta mereka dijalan-Nya, yaitu jalan yang akan mengantarkan menuju keridhaan-Nya. Dan yang termasuk jalan tersebut adalah menafkahkan hartanya dalam meningkatkan ilmu yang bermanfaat, dalam mengadakan persiapan berjihad di jalan-Nya, dalam mempersiapkan tentara maupun membekali mereka, dan dalam segala macam kegiatan-kegiatan sosial yang berguna bagi kaum muslimin. Kemudian disusul berinfak kepada orang-orang yang membutuhkan, fakir miskin, dan mungkin saja dua cara itu dapat disatukan hingga menjadi nafkah untuk menolong orang-orang yang membutuhkan, sekaligus bakti sosial dan ketaatan.

Nafkah-nafkah yang demikian itu akan Allah lipat gandakan pahalanya. Kelipatan hingga tujuh ratus kali lipat bahkan lebih. Pahala ini sesuai dengan apa yang ada dalam hati orang yang berinfak tersebut berupa keimanan dan keikhlasan yang tulus, dan juga sesuai dengan kebaikan serta manfaat yang  dihasilkan dari infaknya tersebut, sebab di sana ada jalan-jalan sedekah yang terus menerus melahirkan manfaat dan berbagai macam kemaslahatan, sehingga ganjaran itu sesuai dengan jenis perbuatan.

Perlu kita cermati, sebagaimana Allah menjanjikan pahala besar bagi hamba-Nya, demikian pula syetan akan menakut-nakuti seorang hamba dan membisikkan kepadanya akan kefakiran yang akan menimpa jika ia berinfak di jalan Allah.

Allah Ta’ala berfirman,

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia . Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.” (QS. Al-Baqarah: 268)

Tatkala seorang hamba hendak mengeluarkan hartanya di jalan Allah, ia akan mendapati dua seruan, yaitu;

Pertama, seruan Allah yang maha Rahman, yang mengajak kepada kebaikan, menjanjikan kepadanya kebaikan, karunia, dan pahala yang disegerakan maupun yang ditunda, serta Dia akan mengganti apa yang telah mereka infakkan.

Kedua, seruan dari syetan yang mengajak mereka untuk menahan harta dan menakut-nakuti mereka, bila mereka menginfakkan harta mereka pastilah mereka akan menjadi miskin.

Barang siapa yang memenuhi seruan ar-Rahman lalu ia menginfakkan sebagian dari apa yang Allah rizkikan kepadanya, maka bergembiralah dengan ampunan dosa dan memperoleh apa yang dicarinya. Dan barang siapa yang mengikuti seruan syetan maka sesungguhnya syetan hanya mengajak kelompoknya agar menjadi penghuni-penghuni neraka. Karena itu, seorang hamba harus memilih dari kedua perkara tersebut yang lebih pantas dan baik untuknya. (Tafsir as-Sa’di, tafsir ayat 286, hal.115)

Allah Ta’ala juga memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk tidak mengikuti jalan-jalan syetan, dan tunduk kepada bisikan-bisikannya. Karena syetan selalu berusaha untuk menjauhkan manusia dari segala macam perbuatan baik, termasuk dalam hal ini adalah sedekah di jalan Allah.

Allaah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar.” (QS. An-Nur: 21)

Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam telah mengabarkan kepada kita bahwa sedekah merupakan bukti kemenangan seorang hamba atas syetan. Beliau bersabda,

مَا يُخْرِجُ رَجُلٌ شَيْئًا مِنَ الصَّدَقَةِ حَتَّى يَفُكَّ عَنْهَا لَحْيَيْ سَبْعِينَ شَيْطَانًا.

“Sedekah yang dikeluarkan oleh seseorang akan mampu melepaskan diri dari dua tulang dagu tujuh puluh syetan.” (Syaikh al-Albani, as-Silsilah ash-Shahihah, no.1268)

Imam al-Munawi berkata, “Sebab sedekah tersebut dimaksudkan hanya untuk menggapai keridhaan Allah, sedangkan syetan dengan jerat-jeratnya menghalangi manusia agar tidak mencapai derajat agung ini. Syetan tidak henti-hentinya berusaha menghalangi mereka dari hal itu, serta selalu membisikkannya pada diri mereka. Sebab harta itu separuh jiwa, apabila ia belanjakan di jalan Allah, maka hal itu akan menjadikan syetan benci. Karena itulah, sedekah tersebut menjadi tanda paling kuat akan keistiqamahannya, kejujuran niatnya, dan kelurusan hatinya. Sedangkan penyebutan tujuh puluh dimaksudkan untuk menunjukkan banyak bukan pembatasan.” (Mashabih at-Tanwir, I/94)

Sifat bakhil terhadap harta merupakan sifat yang seyogyanya dijauhi oleh seorang hamba, sebab syetan menjadikan bakhil sebagai kendaraan baginya dalam memberikan bisikan-bisikan dalam hati. Apabila ia lengah dan mengikuti bisikan tersebut, ia telah melenceng dari jalan Allah dalam mendermakan hartanya.

Semoga Allah menghindarkan kita dari sifat bakhil yang dibisikkan syetan dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang terlepas dari belenggunya. Amin.

Oleh: Muizzudien Abu Turob

Flag Counter