Bank Syariah Mandiri (BSM) 1660017381 an. Yayasan Al-Islam

Contact Center: 0856-8566-683

Tanya Jawab

Shalat Dhuha di Dua Tempat, Bolehkah?

Pertanyaan:

Bolehkah seseorang mengerjakan shalat dhuha di rumah, kemudian mengerjakan lagi di kantor atau tempat lainnya? (Ahmad Ali Shidiq)

Jawaban:

Al-Hamdulillah, segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulullah -Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Mengerjakan shalat dhuha hukumnya sunnah. Shalat dhuha adalah salah satu shalat sunnah yang sangat dianjurkan. Di dalamnya memiliki banyak keutamaan, hingga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sendiri memberi wasiat kepada Abu Hurairah berkenaan dengan shalat dhuha ini. Hal itu sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits, bahwa Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata,

(أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ: صَوْمِ ثَلاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ)

“Kekasihku (Muhammad) berwasiat kepadaku dengan tiga hal; puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha, dan tidur setelah mengerjakan shalat witir.” (HR. Bukhari, no.1178 & Muslim, no.721)

Tempat Shalat Dhuha

Hukum asalnya shalat nafilah (sunnah) adalah dilaksanakan di rumah, ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

فَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ صَلاَةُ المَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا المَكْتُوبَةَ

Sesungguhnya utamanya pelaksanaan shalat adalah shalatnya seseorang di rumahnya kecuali shalat fardhu. (HR. Bukhari no.731)

Dari Ibnu Umar, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

اجْعَلُوا مِنْ صَلَاتِكُمْ فِي بُيُوتِكُمْ، وَلَا تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا

“Jadikanlah sebagian shalat kalian (dilaksanakan) di rumah-rumah kalian, dan janganlah kalian menjadikannya sebagai kuburan.” (HR. Bukhari no. 422 dan Muslim no.777)

Imam Ibnu Qudamah berkata:

“Shalat Sunnah di rumah lebih utama, karena lebih dekat dengan keikhlasan, lebih jauh dari sifat riya, juga karena shalat sunnah merupakan amalan yang dianjurkan pelaksanaannya secara sembunyi-sembunyi, maka tentu di rumah lebih utama”. (Al Mughni, 1/442)

Dari sini bisa dipahami keutamaan pelaksanaan shalat dhuha di rumah. Namun boleh juga dikerjakan di masjid atau di tempat lainnya, kecuali di tempat-tempat yang memang dilarang untuk melaksanakan shalat.

Seseorang boleh saja mengerjakan di masjid, lalu di rumah atau di kantornya. Selama tidak mengganggu pekerjaan kantor. Pekerjaan kantor tentu lebih wajib dilaksanakan, karena berkaitan dengan tugas dan perjanjian yang telah disepakati bersama atasannya.

Waktu, Jumlah Raka’at dan Cara Pelaksanaan Shalat Dhuha

Berkenaan dengan cara pelaksanaan shalat dhuha, tidak ditemukan dalil yang menyebutkan harus dikerjakan secara berurutan di satu tempat. Dalil-dalil yang ada menyebutkannya secara umum.

Aisyah pernah ditanya, “Berapa raka’at Nabi shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengerjakan shalat dhuha ? Aisyah Menjawab, “4 raka’at dan beliau menambahnya sesuai dengan keinginannya”. (HR. Muslim, 719)

Syaikh Ibnu Baz –rahimahullah- berkata: “Jumlah yang paling sedikit adalah 2 rakaat, dan tidak ada batasan mengenai jumlah rakaatnya. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah mengerjakan 2 raka’at, 4 rakaat, atau 8 rakaat. Kemudian lanjut beliau, ‘Barang siapa yang mengerjakannya delapan raka’at, atau sepuluh, atau dua belas raka’at atau lebih banyak dari itu maka tidak mengapa’. (Majmu fatawa Ibnu Baz 11/398)

Adapun waktu pelaksanaan shalat dhuha dimulai sejak matahari naik setinggi tombak, kurang lebih 15 menit setelah matahari terbit, hingga antara 10 menit sebelum waktu dhuhur. (Syarh Mumti’ Syaikh Utsaimin, 4/122)

Syaikh Ibnu Baz berkata, Shalat Syuruq adalah shalat dhuha yang dikerjakan di awal waktu. (Fatawa Ibnu Baz, 11/401)

Kesimpulan

Dari dalil-dalil di atas bisa dipahami, bahwa shalat dhuha boleh dikerjakan di antara waktu-waktu di atas, dan boleh dilaksanakan di berlainan tempat, seperti 2 raka’at di rumah, lalu mengerjakannya lagi di kantor atau tempat lainnya selama tidak keluar dari waktu-waktu tersebut dan tidak melanggar aturan kantor. Wallahu a’lam.

Oleh: Sabiq Muslim

Flag Counter