Bank Syariah Mandiri (BSM) 1660017381 an. Yayasan Al-Islam

Contact Center: 0856-8566-683

Tanya Jawab

Apakah laki” baik akan mendapatkan wanita baik, bagaimana dengan Fir’aun dan istrinya (Asiyah) ?

 

Tanya Jawab Ringan Tafsir:

001. Pertanyaan:

Apakah laki-laki yang baik akan mendapatkan wanita yang baik, bagaimana dengan Fir’aun dan istrinya Asiyah ?

001. Jawab:

Alhamdulillah wash shalatu was salamu ala Rasulillah…

Allah berfirman:

اَلْخـَبِيـْثــاَتُ لِلْخَبِيْثـِيْنَ وَ اْلخَبِيْثُــوْنَ لِلْخَبِيْثاَتِ وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبَاتِ

“Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (QS. An-Nur:26).

☘Untuk memahami ayat ini sesuai kesimpulan para ulama, setidaknya ada dua point dalam memahaminya agar tidak terjadi salah faham:

1. Pahami bahwa ayat ini asbab nuzulnya menerangkan situasi tertentu.

☘Ayat ini diturunkan untuk menunjukkan kesucian ‘Aisyah Radhiallah ‘anha dan Shafwan bin al-Mu’attal Radhiallah anhu dari segala tuduhan yang ditujukan kepada mereka. Pernah suatu ketika dalam suatu perjalanan kembali dari ekspedisi penaklukan Bani Musthaliq, ‘Aisyah terpisah tanpa sengaja dari rombongan karena mencari kalungnya yang hilang dan kemudian diantarkan pulang oleh Shafwan yang juga tertinggal dari rombongan karena ada suatu keperluan. Kemudian ‘Aisyah naik ke untanya dan dikawal oleh Shafwan menyusul rombongan Rasullullah ﷺ dan para shahabat, akan tetapi rombongan tidak tersusul dan akhirnya mereka sampai di Madinah. Peristiwa ini akhirnya menjadi fitnah dikalangan umat muslim kala itu karena terhasut oleh isu dari golongan Yahudi dan munafik jika telah terjadi apa-apa antara ‘Aisyah dan Shafwan.

☘Masalah menjadi sangat pelik karena sempat terjadi perpecahan diantara kaum muslimin yang pro dan kontra atas isu tersebut. Sikap Nabi juga berubah terhadap ‘Aisyah, beliau menyuruh ‘Aisyah untuk segera bertaubat. Sementara ‘Aisyah tidak mau bertaubat karena tidak pernah melakukan dosa yang dituduhkan kepadanya, ia hanya menangis dan berdoa kepada Allah agar menunjukkan yang sebenarnya terjadi. Kemudian Allah menurunkan ayat ini yang juga satu paket An-nur: 11-26.

2. Ayat ini bersifat anjuran bahkan perintah Allah bukan taqdir otomatis.

☘Memahami ayat tersebut sebagai sebuah perintah, untuk menciptakan kondisi yang baik-baik untuk yang baik-baik, adalah sebuah keharusan. Kalau tidak, maka kondisi terbalik malah yang akan terjadi.

☘Kalau kita bandingkan dengan An-nur ayat 3 yang mana kalimat digunakan untuk umum,

_“laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik.”(An-Nur ayat 3).
Dimana ayat ini lebih tegas mengandung “unsur perintah” untuk mencari pasangan yang sepadan. sehingga ayat 26 bisa dimengerti sebagai sebuah motivasi atau anjuran untuk mengkondisikan dan bukan sebagai ketetapan bahwa yang baik “otomatis” akan mendapatkan pasangan yang baik.

☘Oleh karena itu nabi bersabda tentang anjuran memilih pasangan yaitu lazimnya dengan 4 pertimbangan, dan terserah yang mana saja, namun yang agamanya baik tentu sangat dianjurkan dan diutamakan, hal ini sesuai dengan anjuran surat An-Nur ayat 26 tadi.
Wallahu ‘alam.

———— 🌍====🌍————

👉 Ikuti kami di telegram @zidnielma:

http://goo.gl/uL1wQt

.

www.donasidakwahcenter.com

Flag Counter